Panel listrik dan switch gear
Jenis – jenis panel listrik dan switch gear
Switchgear
panel distribusi yang mendistribusikan beban kepanel-panel yang lebih kecil kapasitasnya. Dalam bahasa Indonesia artinya Panel Tegangan Menengah (PTM) atau juga disebut MVMDB (Medium Voltage Main distribution Board) dan sedangkan untuk tegangan rendah disebut LVMDB (Low Voltage Main Distribution Board).
Pada pelaksanaannya banyak pelaku dilapangan menggunakan istilah yang berbeda-beda, kadang ada yang menyebut Distribution Board, Switchgear, MCC, Panel dan sebagainya.
BAGIAN – BAGIAN SWITCHGEAR
Cubicle
20 kV adalah komponen peralatan‑peralatan untuk memutuskan dan
menghubungkan, pengukuran tegangan, arus, maupun daya, peralatan
proteksi, dan kontrol,Disebut cubcle karena peralatan‑peralatan tersebut dikemas plat blok berbentuk almari denga pintu di badian depan yang bisa di buka dan di tutup menurut standar Operasi yang diminta,Cubicle 20 kV atau Swichgear 20 kV ini berisi peralatan‑peralatan :
· Bus bar
· Circuit Breaker
· Load Break Switch (. LBS )
· Disconnecting Switch ( DS ) atau Switch ( S )
· Earthing Switch ( ES )
· Current Transformer (Trafo Arus ), ( CT )
· Potential Transformer ( Trafo Tegangan ), ( PT' )
· Peralatan Ukur ( Volt meter, ampere meter, dsb )
· Rele proteksi
· Interlocking ( kontrol )
Dikatakan
cubicle 20 KV atau Switchgear 20 kV, karena peralatan‑peralatan
tersebut bekerja pada tegangan nominal fasa‑fasa 20 kV, vang termasuk
kategori tegangan menengah ( > I KV hingga 35 kV )
Setelah melalui gardu induk PLN ,tegangan 20 KV tersebut memasuki Switch Gear Panel .dimana didalam 20 KV Switch Gear Panel terdiri dari 3 macam bagian yaitu:
1. Incoming Switch Gear.
2. Matering Panel.
3. Load Break Switch
1. Incoming Switch Gear.
Didalam Incoming Switch Gear terdapat bagian –bagian tertentu yaitu:
v GCB (Gas Circuit Breker).
Adalah
breker utama yang berfungsi sebagai penghubung dan pemutus power supply
yang masuk dari PLN .GCB menggunakan media isolasi SF6,dimana sf6
adalah sebagai “media isolasi yang berfungsi untuk meredam bunga
api”yang terjadi pada saat Switching dan SF6 ini merupakan gas yang tidak berbau dan tidak mudah terbakar.
v ACB (Air Citcuit Breker).
Fungsi ACB ini merupakan saklar utama yang berfungsi sebagai pemutus dan penghubung power supply yang masuk dari PLN .
Akan tetapi pada ACB ini menggunakan media isolasi dengan udara yang berfungsi meredam bunga api.
v Incoming Available Light.
Adalah lampu indikasi yang akan menyala jika ada power dari PLN (bertegangan).
v DC Control Source Light.
Adalah sebuah lampu indikator yang berfungsi sebagai indikator power supply DC untuk control MDP.
v CB On Light.
Adalah lampu indikator yang menunjukan breker dalam posisi On.
v CB Off Light.
Adalah lampu indikator yang menunjukan breker dalam posisi Off.
v CB Trip Light.
Adalah lampu indikator yang menunjukan breker dalam posisi Trip atau terdapat gangguan.
v CB Spring Changed Light.
Adalah lampu indikator untuk mengetahui Pompa Circuit Breker telah bekerja.
v Emergency Stop Button.
Adalah sakelar tekan untuk memutuskan hubungan power supply apabila dalam keadaan Emergency / Darurat.
v Alarm Reset Button.
Adalah sakelar tekan untuk mereset alarm.
2. Matering Panel
Didalam metering panel terdapat bagian-bagian yaitu:
v Ampere Meter(R-Y-B).
Adalah alat yang digunakan untuk mengukur arus yang mengalir melalui fasa (R-Y-B)
v Power Factor Meter.
Adalah alat yang digunakan untuk mengukur factor daya (cos j) dari PLN..
v KWh Meter.
Adalah alat yang digunakan untuk mengukur daya yang digunakan oleh PT.ETERIDO NUSA GRAHA (ENG).
v Frequensi Meter.
Adalah alat yang digunakan untuk mengukur frekuensi tegangan dari PLN.
v Watt Meter.
Adalah alat yang digunakan untuk mengukur daya yang disupply dari PLN.
v Alarm Stop Button.
Adalah tombol tekan yang digunakan untuk mematikan alarm saat terjadi gangguan.
v Reset Button.
Adalah tombol tekan yang digunakan untuk mengembalikan posisi kontak-kontak sakelar otomatis dalam kondisi normal.
v Buzzer.
Adalah pengubah gelombang – gelombang listrik menjadi getaran suara yang digunakan sebagai alarm (peringatan).
v Earth Fault Relay.
Adalah sakelar otomatis yang akan trip jika adanya arus bocor ketanah.
v Over Current Relay.
Adalah sakelar circuit breker yang akan trip jika kelebihan arus.
v Current Test Terminal (CTT).
Adalah terminal yang digunakan untuk mengetahui ada atau tidak adanya arus listrik di Matering Panel.
v Volt Test Terminal (VTT).
Adalah terminal yang digunakan untuk mengetahui ada atau tidak adanya tegangan listrik di Matering Panel.
3. Load Breker Switch Panel.
Didalam
panel terdapat LBS (Load Breker Switch) yang digunakan sebagai pengaman
LBS yang terpasang ini mempunyai kemampuan menahan arus sampai sebesar
400A dan LBS ini mempunyai 3 lampu tanda yaitu:
v LBS On Light.
Adalah lampu indikator yang menunjukan bahwa LBS dalam posisi On.
v LBS Off Light.
Adalah lampu indikator yang menunjukan bahwa LBS dalam posisi Off.
v LBS Trip Light.
Adalah lampu indikator yang menunjukan bahwa LBS dalam posisi Trip.
Setelah melewati 20 KV Switch Gear Panel power supply yang bertegangan 20 KV tersebut dihubungkan dengan sisi primer atau sisi tegangan tinggi Transformator.
Transformator tersebut menurunkan tegangan (Step Down Transformer) dan mempunyai kapasitas sebesar 4000 KVA,3 Fasa , 50 Hertz ,
Macam – macam panel listrik
1. panel tenaga .
panel ini digunakan untuk membagi tenaga atau daya listrik.
2. panel control ( pengendali ).
Panel
kontrol listrik adalah peralatan yang berfungsi untuk mengatur dan
mengendalikan beban listrik di bengkel listrik atau industri yang
menggunakan motor listrik sebagai penggeraknya. Setiap beban motor
listrik berdaya besar diindustri selalu dilengkapi dengan panel kontrol
listrik. Guna mengoperasikan motor listrik dimana motor listrik dapat
dikendalikan dari dekat maupun jauh diperlukan alat kontrol sebagai
penghubung sekaligus sebagi pengatur. Agar motor dan alat kontrolnya
dapat berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya, banyak faktor yang
harus dipertimbangkan baik mesin maupun alat kontrolnya. Dalam praktek
penggunaan alat kontrol disesuaikan kebutuhannya contohnya:
1. Pengontrolan permulaan jalan (start)
2. Pengontrolan berhenti (Stop)
3. Pengontrolan membalik arah putaran (Forward Reverse)
4.Pengontrolan pengaturan kecepatan (speed regulation)
Fungsi dan karakteristik Komponen pada panel kontrol listrik
1. Saklar magnet / Magnetic Contactor
Kontaktor magnet adalah suatu alat penghubung rangkaian listrik(saklar) yang bekerja atas dasar magnet lstrik. Kontaktor
itu ada dua jenis yaitu kontaktor magnet arus searah dan kontaktor
dengan arus bolak-balik. Kontaktor arus searah kumparannya tidak
menggunakan kumparan hubung singkat, sedang kontaktor arus bolak-balik inti magnet dipasang kumparan hubung singkat.
Kontaktor dibedakan menjadi 2 (dua) bagian:
a) Kontaktor utama
b) Kontaktor bantu
2. Pengaman motor ( Over Load )
Over
Load/saklar termis selalu dipasang seri dengan beban yang berfungsi
sebagai pengaman. Apabila terjadi kelebihan beban, hubung singkat atau
gangguan lainnya yang mengakibatkan naik arus secara otomatis, saklar
termis akan bekerja memutuskan arus listrik dengan beban sehingga
keamanan beban terjagaAdapun saklar termis bekerja atas dasar panas.
Saklar termis ini dibuat dari dua logam yang disatukan yang dikenal
dengan bimetal yang masing-masing mempunyai koefisien muai yang berbeda
(yang satu mudah memuai dan yang lainya tidak mudah memuai). Dengan
demikian apabila kena panas akibat arus listrik melewati ketentuan, plat
bimetal akan membengkok menjauhi plat yang tidak mudah memuai akhirnya
plat tidak sambung, dan apabila arus yang mengalir normal atau panas
normal maka plat tersebut akan ke posisi semula yang akhirnya arus
listrik akan mengalir lagi. Perhatikan gambar berikut:
3. MCB/miniatur circuit breaker
MCB
atau pemutus tenaga berfungsi untuk memutuskan rangkaian apabila ada
arus yamg mengalir dalam rangkaian atau beban listrik melebihi dari
kemampuanya. Misalnya adanya konsleting dan lainnya. Pemutus tenaga ada
yang untuk satu phase dan ada
yang untuk 3 phase. Untuk 3 phase terdiri dari tiga buah pemutus tenaga 1
phase yang disusun menjadi satu kesatuan. Pemutus tenaga mempunyai
posisi saat menghubungkan maka antara terminal masukan dan terminal
keluaran MCB akan kontak. Pada posisi saat ini MCB pada kedudukan 1
(ON), dan saat ada gangguan MCB dengan sendirinya akan melepas rangkaian
secara otomatis kedudukan saklarnya 0 (OFF), saat ini posisi terminal
masukan dan keluaran MCB tidak sambung.
4. Time Delay relay (TDR)
Relai
penunda waktu digunakan untuk memperoleh periode waktu yang dapat
diatus/sistel menurut kebutuhan. Setelah distel ia tidak boleh dirubah
sampai pada saat yang ditentukan, posisinya akan berubah sendiri.Relai
ini dapat digunakan untuk instalasi otomatis seperti:
1.Mengubah hubungan bintang segitiga secara otomatis pada motor
2.Mengubah arah putaran motor secara otomatis
3.Mengubah kecepatan putaran motor secara otomatis dan sebagainya.
cara kerja
Apabila
arus listrik mengalir pada terminal 2 dan 7(kumparan) dan waktu sudah
diatus maka posisi semula titik 3–1 dan 6–8 terbuka sedangkan titik 4–1
dan titik 5-8 tertutup. Setelah waktunya sudah tercapai maka posisi
sekarang menjadi: titik 3–1 dan 6-8
menutup dan titik 4–1 dan 5–8 membuka. Posisi tersebut akan tidak
berubah, kecuali aliran listriknya terputus posisinya kembali ke semula.
Coba perhatikan gambar konstruksi dari soket/kedudukan TDR dan TDR
dibawah ini:
5. Tombol
Saklar
tekan/tombol (push button), ada dua macam yaitu tombol tekan normally
open (NO) dan tombol tekan normallly close (NC). Konstruksinya tombol
tekan ada beberapa jenis, yaitu
jenis tunggal ON dan OFF dibuat secara terpisah dan ada juga yang
dibuat satu tempat. Jenis ini untuk satu tombol dapat untuk ON dan OFF
tergantung keinginan penggunaannya. Tombol tekan tunggal terdiri dari
dua terminal, sedang tombol tekan ganda terdiri dari empat terminal
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMakasih infonya gan, Untuk informasi penjualan aneka panel listrik bisa dilihat di mitrapanelkenari.com
BalasHapusMitra Panel merupakan Produsen panel listrik berkualitas di Jakarta.